ADVETORIAL

Wacana Pengaktifan Pos Penjagaan Covid-19 Di Perbatasan, Bupati Pasangkayu Pastikan Ketersediaan APD

SUARANEGERI || PASANGKAYU — Bupati Pasangkayu gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama unsur Forkompinda dan Pimpinan OPD terkait pada Penjagaan Pos Perbatasan Sarjo dan Benggaulu dalam penanganan dan perkembangan covid-19 di Ruang Rapat Bupati Pasangkayu, senin (21/09/2020).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pasangkayu H Agus Ambo Djiwa yang dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasangkayu Imam MS Sidabutar, Kapolres AKBP Leo H Siagian, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Inf. Novyaldi, Kepala Dinas (Kadis) Kominfopers Suri Fitriah, Kadis Kesehatan Samhari, Kepala Bappeda Litbang Dr Abidin, Dirut RSUD Pasangkayu dr Willy Patona Salu, dan beberapa pejabat lainnya.

Pada rakor tersebut, selain membahas langkah-langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan Perbup nomor 20 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19, juga membahas atas perubahan SK Bupati Nomor 190 tahun 2020 tentang pembentukan Tim Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 menjadi pembentukan tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid -19.

Terkait hal tersebut, Bupati Pasangkayu H Agus Adj memastikan ketersediaan APD bagi tenaga kesehatan dan relawan serta mekanisme dalam penanganan Suspect atau konfirmasi covid-19 di Rumah Sakit atau Puskesmas, dan bahan sosialisasi.

“Anggaran masih memungkinkan untuk membiayai penjagaan posko, jika ingin diaktifkan kembali. Untuk mengefisienkan anggaran, akan dibentuk tim Satgas disetiap Kecamatan, serta pengawasan secara ketat orang masuk ke setiap desa dan kelurahan, khususnya orang yang datang dari luar Pasangkayu”, tandasnya.

Selain itu, Bupati H Agus juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini akan menyurat ke Kementerian Kesehatan untuk permintaan izin pengelolaan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) TBC, yang bakal digunakan untuk mendeteksi orang dengan virus corona milik RSUD Pasangkayu, karena alat tersebut bekerja dengan pendekatan reaksi rantai polimerase (PCR) berbasis molekuler dan diakui dunia kesehatan dengan hasil akuratnya.

“Saya menghimbau kepada seluruh instansi Pemerintah, warung dan cafe harus kembali menyediakan alat cuci tangan serta hand sanitizer atau sabun. Karena protokol kesehatan akan diterapkan”, Tegasnya Bupati.
[AR/Man]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top