PASANGKAYU, Mediasuaranegeri.com – Dugaan penganiayaan yang melibatkan Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, terhadap seorang anggota polisi menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang disebut terjadi saat acara ramah tamah peringatan Hari Bhayangkara di lingkungan Polres Pasangkayu itu hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan resmi dari pimpinan kepolisian setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota yang diduga menjadi korban adalah AF, personel Sat Intelkam Polres Pasangkayu. Korban disebut mengalami luka akibat dugaan penganiayaan yang terjadi di sela-sela kegiatan perayaan Hari Bhayangkara.
Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah awak media kepada jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pasangkayu belum membuahkan hasil.
Hingga pukul 15. 30 pada Jumat 3 Juli 2026, belum ada pejabat yang bersedia memberikan keterangan resmi mengenai kronologi maupun dugaan insiden tersebut.
Pihak Humas Polres Pasangkayu yang dikonfirmasi mengaku tidak dapat menjelaskan peristiwa itu karena tidak berada di lokasi saat kejadian.
“Saya tidak berada di tempat saat kejadian, jadi saya tidak tahu persis bagaimana kejadian pastinya,” ujarny salah satu pihak Humas.
Di tengah beredarnya informasi bahwa korban sempat disekap di ruang Propam, anggota Propam yang ditemui sejumlah awak media membantah kabar tersebut. Menurutnya, korban hanya diamankan sesaat setelah kejadian untuk menghindari kerumunan.
“Jadi bukan disekap seperti yang beredar di media. Saat itu hanya diamankan untuk menghindari keramaian,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan awak media melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini ditulis, pesan yang dikirimkan belum memperoleh respons.
Beredar pula informasi yang menyebut insiden tersebut dipicu karena putri Kapolres diduga tersenggol oleh korban, serta adanya isu bahwa Kapolres berada dalam pengaruh minuman keras saat kejadian.
Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan belum ada penjelasan resmi dari Kapolres maupun institusi Polres Pasangkayu.
Belum adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian membuat kronologi maupun penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu klarifikasi.
Namun, publik tetap menantikan penjelasan terbuka dari pihak Polres Pasangkayu guna memastikan fakta yang sebenarnya sekaligus menjawab berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. (Tim)
***