PASANGKAYU, Mediasuaranegeri.com – Kabar baik bagi para petani di Kabupaten Pasangkayu. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menyetujui anggaran sekitar Rp18,6 miliar untuk rehabilitasi sembilan daerah irigasi di Kabupaten Pasangkayu tahun 2026 ini.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasangkayu yang telah melalui tahapan asistensi dan verifikasi oleh tim kementerian teknis dengan pendampingan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tengah.
Kadis PUPR Pasangkayu, Syamsunar dalam wawancara eksklusif menyampaikan rasa syukur atas disetujuinya program rehabilitasi tersebut.
“Alhamdulillah, kunjungan saya ke BWS Sulawesi Tengah di Palu beberapa bulan lalu membuahkan hasil. Delapan irigasi yang diusulkan Pemda Pasangayu telah disetujui untuk direhabilitasi pada tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah melalui pagu anggaran Kementerian PUPR RI.
Menurutnya, perbaikan saluran irigasi dan bendung menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Program Inpres ini benar-benar mendapatkan perhatian dan pengawalan khusus dari pihak balai,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa selama ini terus mendorong pemenuhan kebutuhan para petani, khususnya petani sawah di wilayah Pasangkayu.
“Perbaikan irigasi sangat menentukan hasil yang diperoleh para petani. Karena itu pemerintah daerah terus memperjuangkan kebutuhan infrastruktur pertanian,” tambahnya.
Rehabilitasi Delapan daerah irigasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat sektor pangan di Kabupaten Pasangkayu.
Adapun Delapan titik pembangunan irigasi tersebut, terdapat di Bambalamotu, Bambaira, Pangiang, Patika, Pedongga, Sarude dan Sarjo.
“Alhamdulillah kunjungan kami dari PUPR, Baprida dan DPRD Pasanganyu ke Kementerian PU Dirjen SDA, melalui Direktur OP dan Irigasi dan diteruskan ke Balai Wilayah III Sulteng membuahkan hasil. Dari Delapan titik itu masuk di empat wilayah kecamatan yakni, Kecamatan Sarjo, Kecamatan Bambaira, Kecamatan Bambalamotu, Kecamatan Doripoku,” jelasnya. (*)
***