MAMUJU, Mediasuaranegeri.com — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat mengungkapkan bahwa puncak cuaca panas diperkirakan terjadi pada Desember 2026. Informasi tersebut merujuk pada data perkiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Berdasarkan data yang kami terima dari BMKG, intensitas cuaca panas diprediksi meningkat pada bulan Desember 2026,” ujar Kepala BPBD Sulbar M. Yasir Fattah, saat ditemui diruang kerjanya, Senin 4 Mei 2026.
Mengantisipasi potensi dampak kekeringan, BPBD Sulbar mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Langkah penghematan dinilai penting guna menjaga ketersediaan air bersih di tengah ancaman musim kemarau yang berkepanjangan.
Selain itu, BPBD Sulbar juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan daerah air minum atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Sulawesi Barat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih tetap berjalan optimal selama periode cuaca ekstrem.
“PDAM kami dorong untuk memaksimalkan suplai air kepada masyarakat. Kami juga imbau untuk menyiagakan mobil tangki air sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekurangan air di sejumlah wilayah,” jelasnya.
Di sisi lain, BPBD turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan. Kondisi cuaca panas dan kering berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Jangan melakukan pembakaran liar karena dapat memperparah risiko kebakaran di musim kemarau,” tegasnya.
BPBD Sulbar berharap, dengan kesiapsiagaan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, potensi dampak cuaca ekstrem di akhir tahun dapat diminimalisir.
Dirman
***