PASANGKAYU, Mediasuaranegeri.com – Keluhan warga terkait dugaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, memicu sorotan publik. Pihak pengelola dapur MBG akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat.
Pihak pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Duripoku akhirnya memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan makanan basi yang diterima penerima manfaat pada Senin, 9 Maret 2026.
Kepala Pelayanan MBG Duripoku menyampaikan bahwa laporan terkait makanan yang diduga basi tersebut telah diterima pihaknya dan saat ini masih dalam proses penelusuran internalnya untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Informasi itu sudah kami terima, dan saat ini kami masih melakukan penelusuran terkait MBG tersebut. Karena pada saat yang sama, beberapa posyandu yang menerima paket MBG justru melaporkan bahwa makanan yang dibagikan dalam kondisi baik,” ungkapnya kepada media ini saat dikonfirmasi melalui via chatting whatsapp, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa menu MBG yang didistribusikan saat itu merupakan paket MBG 3B yang dimasak sekitar pukul 10.00 pagi dan kemudian didistribusikan pada sore hari kepada penerima manfaat.
Program MBG yang dilayani oleh dapur MBG Duripoku mencakup cukup banyak penerima. Pada hari biasa di luar bulan Ramadan, jumlah siswa yang dilayani mencapai 1.731 orang. Sementara untuk kategori MBG 3B terdapat 520 penerima manfaat, sehingga total keseluruhan penerima mencapai 2.251 orang.
Lebih lanjut, pihaknya juga menegaskan bahwa beberapa menu yang menjadi sorotan, seperti puding dan ubi rebus, juga dikonsumsi oleh petugas dapur saat berbuka puasa sebagai bentuk pengecekan kualitas makanan.
“Kami juga menyampaikan bahwa puding dan ubi rebus tersebut kami konsumsi sendiri saat berbuka puasa di dapur MBG. Saat kami makan, kondisinya masih baik,” jelasnya.
Meski demikian, pihak pelayanan MBG Duripoku tetap menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas kejadian yang menimbulkan kekhawatiran tersebut.
“Sebagai kepala pelayanan, saya memohon maaf kepada seluruh penerima manfaat. Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami untuk memperbaiki seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi menu MBG,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh petugas dapur MBG Duripoku berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami seluruh petugas MBG Duripoku memohon maaf atas kejadian ini dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu dan proses distribusi yang kami lakukan,” tutupnya.
Dirman
***