PASANGKAYU, Mediasuaranegeri.com – Sejumlah siswa di SMAN 1 Pasangkayu mengeluhkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan. Menu yang diterima pelajar dinilai kurang variatif, kurang menarik, serta belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Menu MBG yang dibagikan baru-baru ini berupa makanan kering seperti telur, kurma, kacang, dan roti. Namun, para siswa menilai komposisi tersebut masih belum ideal, terutama karena tidak disertai susu sebagai pelengkap nutrisi.
Mewakili sejumlah siswa, Ketua OSIS SMAN 1 Pasangkayu, Ali Farhan, menyampaikan bahwa mayoritas pelajar kurang berminat mengonsumsi menu MBG saat waktu berbuka.
“Menurut saya, menu ini kurang menarik dan menunya juga kurang bergizi. Tidak ada susu sebagai penambah gizi. Apalagi kami ini masih dalam masa pertumbuhan, sangat butuh susu untuk tambahan nutrisi,” ujarnya. Selasa 24 Februari 2026.
Selain soal kelengkapan gizi, beberapa siswa juga menyoroti kualitas dan tekstur makanan yang dibagikan. Telur disebut menjadi menu yang paling sering cepat basi dan terkadang tidak sempat dikonsumsi saat waktu berbuka.
Sementara kacang dinilai memiliki tekstur cukup keras sehingga kurang nyaman dimakan setelah seharian berpuasa.
“Kalau kacang teksturnya sangat keras. Telur dan rotinya terasa sangat biasa saja, karena tidak ada susu yang menemani makanannya,” tambahnya.
Ali mengungkapkan, banyak siswa akhirnya memilih tidak mengonsumsi menu MBG saat berbuka karena merasa kurang sesuai dengan selera maupun kebutuhan mereka.
“Banyak yang tidak makan menu MBG saat berbuka, karena memang tidak cocok untuk kami,” ungkapnya.
Meski demikian, para siswa tetap mengapresiasi keberadaan program MBG dan berharap ada evaluasi serta inovasi menu selama Ramadan. Ali mencontohkan, di beberapa daerah lain terdapat variasi menu roti dengan beragam rasa, bahkan dikreasikan menyerupai pizza, serta dilengkapi susu dalam paket berbuka.
“Kurma saya sudah setuju, itu memang bagus untuk berbuka. Tapi kalau bisa buahnya divariasikan setiap hari supaya tidak bosan. Tambahkan juga susu agar gizinya lebih lengkap,” katanya.
Para siswa berharap pihak penyelenggara program MBG dapat mempertimbangkan masukan tersebut, sehingga menu yang dibagikan selama Ramadan benar-benar memenuhi standar gizi pelajar, mendukung masa pertumbuhan, serta tetap diminati untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.(*)
Dirman
***