BERITA SULBAR

MBG Pasangkayu Perketat Standar Dapur, Korwil Pasangkayu, Syahril: Keamanan Pangan Jadi Prioritas Utama

Ket ft: Korwil MBG Kabupaten pasangkayu, Syahril Syarif

PASANGKAYU, Mediasuaranegeri.com – Koordinator Wilayah (Korwil) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pasangkayu, Syahril Syarif, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Pasangkayu dilakukan dengan mengedepankan standar keamanan pangan, higiene, dan sanitasi secara ketat sebelum dapur dinyatakan beroperasi penuh.

Saat ini, dari 15 dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Pasangkayu, sebagian telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dapur-dapur tersebut antara lain berada di wilayah Doripoku, Dapurang, Kasano, serta dua dapur di Pasangkayu Kota.

Syahril menjelaskan bahwa MBG Pasangkayu menerapkan tahapan pelaksanaan yang dimulai dari perekrutan relawan sesuai persyaratan, dilanjutkan dengan pelatihan serta sertifikasi perorangan terkait keamanan pangan. Langkah ini dilakukan sebelum dapur menjalankan aktivitas produksi makanan, meskipun anggaran operasional telah tersedia.

“Kami memastikan seluruh relawan terlebih dahulu mengikuti pelatihan dan sertifikasi keamanan pangan. Setelah perekrutan, dapur belum langsung dijalankan agar semua persyaratan dapat dipenuhi dan kelayakan dari Dinas Kesehatan dapat segera diperoleh,” jelas Syahril saat diwawancarai, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa waktu mulai operasional dapur MBG di Pasangkayu dilakukan secara bertahap, mulai dari Agustus hingga Desember 2025, serta sebagian besar dapur mulai beroperasi secara bersamaan pada Januari 2026.

Terkait dapur yang belum mengantongi SLHS, Syahril menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat aturan sanksi atau teguran baru, dan kendala utama yang dihadapi adalah ketersediaan serta kelayakan air bersih. Meski demikian, dalam perkembangan terbaru, lima dapur tambahan telah dinyatakan memenuhi kelayakan, yaitu dapur di wilayah Kasano, Dapurang, Tikke, dan Pasangkayu.

Sebagai upaya menjaga standar kesehatan lingkungan, MBG Pasangkayu menganjurkan penggunaan air galon yang telah melalui uji laboratorium, serta tidak merekomendasikan penggunaan air kran yang belum dilakukan pemeriksaan kualitas.

Dalam penilaian Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), setiap dapur MBG diwajibkan mencapai nilai minimal 80 poin. Apabila belum memenuhi nilai tersebut, dapur diarahkan untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana.

“Saat ini rata-rata dapur MBG di Pasangkayu hampir mencapai standar IKL. Tahapan yang masih berjalan meliputi uji air dan uji makanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syahril juga menjelaskan bahwa pembagian porsi makanan MBG disesuaikan dengan jenjang pendidikan penerima manfaat, yaitu porsi kecil untuk peserta didik PAUD hingga kelas 3 SD, serta porsi besar untuk peserta didik kelas 4 SD hingga SMA.

Melalui penerapan standar yang ketat dan bertahap ini, Program MBG Kabupaten Pasangkayu berkomitmen untuk menghadirkan layanan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas, demi mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

“Alhamdulillah, dengan adanya program MBG ini sangat banyak dampak positifnya, tadinya anak-anak malas untuk kesekolah menjadi rajin, dan ada juga yang kurang napsu makan nasi jadi suka,” tandasnya.

Dirman

***

The Latest

To Top