PASANGKAYU, Mediasuaranegeri.com – Ancaman abrasi di pesisir Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, kini berada pada titik mengkhawatirkan. Jarak bibir pantai akibat abrasi kini hanya tersisa sekitar 30 meter dari pemukiman warga di Dusun Tura dan Dusun Palapi Tenggo. Jika dibiarkan berlarut, bukan hanya rumah warga yang hilang, tetapi juga keselamatan jiwa terancam.
Dalam kondisi darurat ini, Kepala Desa Karya Bersama, Rahmanuddin, telah menyerahkan berupa proposal resmi pengusulan pembangunan tanggul penahan ombak kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu sejak 1 tahun yang lalu. Namun warga berharap, proposal tersebut tidak hanya “diterima dan disimpan”, tetapi benar-benar direspon dengan tindakan nyata.
“Ini bukan lagi sekadar ancaman, tapi sudah darurat. Jarak abrasi tinggal 30 meter dari rumah warga. Proposal pengusulan sudah kami serahkan, dan kami sangat berharap BWS Sulawesi III Palu serius memprioritaskan penanganan ini,” tegas Rahmanuddin saat di temui Rabu 7 Januari 2026.
Menurutnya, jika pemerintah lambat merespon, maka bukan hal mustahil pemukiman warga bakal rata diterjang ombak. Lebih ironis lagi, ketika pemerintah baru bertindak setelah ada korban jiwa.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak. Keselamatan warga harus didahulukan,” tandasnya.
Sementara itu, warga setempat mulai diliputi kecemasan setiap hari. Ombak besar yang sewaktu-waktu datang membuat mereka hidup dalam ketakutan.
“Kami tidak tenang tidur, apalagi saat gelombang besar. Kalau tidak cepat dibuat tanggul, rumah kami bisa habis. Tolong pemerintah jangan hanya datang foto-foto, tapi bertindak,” keluh seorang warga setempat.
Selain itu, warga menilai pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat harus turun tangan secara serius. Jangan hanya datang melakukan survei tanpa kelanjutan, sementara abrasi terus memakan daratan.
Saat ini masyarakat Desa Karya Bersama hanya berharap, usulan pembangunan tanggul benar-benar menjadi prioritas, bukan sekadar janji, agar mereka bisa kembali hidup tenang tanpa dihantui ancaman ombak setiap saat.
Dirman
***