MAJENE, SUARA NEGERI – Di tengah tuntutan efisiensi dan pengetatan belanja pemerintah, perencanaan anggaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene tahun anggaran 2026 menuai sorotan.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), terdapat paket swakelola senilai Rp400 juta bertajuk “Dukungan Anggaran Pelaksanaan Porprov dan Gubernur Cup”. Dalam uraian pekerjaan, paket tersebut disebut berupa pelatihan dengan pihak ketiga untuk ASN/masyarakat di wilayah Majene, menggunakan APBD Kabupaten Majene.
Sorotan publik bukan sekadar pada nominalnya, melainkan pada urgensi, bentuk kegiatan dan output yang dihasilkan dari belanja tersebut.
Hingga kini, publik patut mempertanyakan jenis pelatihan, jumlah peserta, materi, pihak ketiga yang dilibatkan, lokasi kegiatan hingga indikator keberhasilannya.
Terlebih, terdapat perbedaan antara nama paket yang berkaitan dengan Porprov dan Gubernur Cup dengan uraian pekerjaan berupa pelatihan ASN/masyarakat. Paket tersebut juga tercatat sebagai swakelola tipe 1, namun uraian kegiatannya menyebut pelibatan pihak ketiga. Kondisi ini membutuhkan penjelasan agar mekanisme pelaksanaan dan penggunaan anggaran tidak menimbulkan tanda tanya.
Dengan rentang pelaksanaan Januari hingga Desember 2026, paket senilai Rp400 juta semestinya memiliki perencanaan, target dan indikator kinerja yang jelas.
Dukungan terhadap olahraga tentu penting sepanjang memiliki dasar dan manfaat yang terukur. Namun, dalam situasi fiskal yang menuntut efisiensi, pemerintah tidak cukup hanya memastikan anggaran terserap. Setiap rupiah APBD harus dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya.
Disdikpora Majene perlu membuka kerangka acuan kerja, rincian kebutuhan anggaran, target peserta, metode pelatihan, pihak ketiga yang terlibat serta indikator keberhasilan kegiatan.
Sebab, pertanyaan publik bukan hanya apakah anggaran Rp400 juta tersebut dapat dibelanjakan, tetapi apakah benar-benar diperlukan, tepat sasaran dan sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat Majene?
Setelah berita ini diterbitkan, tim redaksi media ini terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Disdikpora guna mendapatkan keterangan resmi terkait hal tersebut.
Dirman
***
