TNI/POLRI

Kapolda Sulbar Pimpin Pengambilan Sumpah dan Pakta Integritas Seleksi Polri 2026: “Masuk Polisi Gratis, Percaya pada Kemampuan Diri!”

POLDA SULBAR, Mediasuaranegeri.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat resmi memulai rangkaian seleksi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Hal ini ditandai dengan upacara pengambilan sumpah dan penandatanganan Pakta Integritas yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Senin 31 Maret 2026, di Aula Marannu Mapolda.

Kegiatan ini nampak dihadiri oleh panitia seleksi, pengawas eksternal, para peserta, hingga orang tua/wali murid. Momentum ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan proses seleksi yang bersih dan transparan.

Dalam paparan yang disampaikan Karo SDM Polda Sulbar disebutkan bahwa tahun ini tercatat sebanyak 1.411 peserta yang akan berkompetisi. Jumlah tersebut terdiri dari 27 calon Akpol, 1.354 calon Bintara, dan 30 calon Tamtama.

Rangkaian seleksi yang dimulai pada tanggal 1 April hingga awal Juli 2026 mendatang akan menggunakan sistem penilaian yang sangat ketat, mencakup lima item utama yaitu Psikologi (CAT), Akademik, Uji Kesamaptaan Jasmani & Antropometri, Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) hingga Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) dua tahap.

“Sistem penilaian menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk menjamin hasil yang real-time dan tidak bisa dimanipulasi,” tegas Karo SDM.

Dikesempatan yang sama, Kasubbid Kespol Biddokkes Polda Sulbar turut merincikan standar kesehatan yang harus dipenuhi. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik luar hingga organ dalam (EKG, Rontgen dan Laboratorium).

Beberapa temuan yang masuk kategori “berat” atau tidak memenuhi syarat (TMS) di antaranya adalah hipertensi, obesitas (kelebihan berat badan di atas 15 kg), buta warna, hingga riwayat penyakit menular seperti Hepatitis dan HIV/AIDS. Standar tinggi ini ditetapkan demi memastikan calon anggota Polri memiliki fisik yang tangguh untuk menjalankan tugas negara.

Bersamaan itu, Kabid Propam Polda Sulbar juga memberikan peringatan keras kepada oknum yang mencoba bermain-main dengan proses seleksi. Ia menegaskan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis).

“Tidak ada praktik masuk polisi bayar! Jika ditemukan, segera laporkan. Kami menyediakan barcode pengaduan di setiap titik seleksi agar peserta bisa melapor secara instan jika menemukan kejanggalan tanpa harus merasa takut,” tegas Kabid Propam.

Sementara itu, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dalam sambutannya memberikan motivasi yang menyentuh hati para peserta dan orang tua. Ia menegaskan bahwa jabatan Kapolda sekalipun tidak memiliki kekuatan untuk meloloskan seseorang.

“Jangan pernah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan, meskipun mereka mengaku dekat dengan saya atau berfoto dengan saya. Yang bisa meloloskan kalian adalah niat, usaha dan doa kalian sendiri,” tutur Kapolda.

Beliau juga berpesan kepada para orang tua agar tidak mencari jalan pintas melalui “jalur belakang”, melainkan memberikan dukungan moral dan doa.

“Saya pernah merasakan apa yang Bapak/Ibu rasakan saat mendampingi anak berjuang. Percayalah pada kemampuan anak-anak kita. Biarkan mereka bangga bahwa mereka menjadi polisi karena keringatnya sendiri. Tugas polisi adalah tugas mulia untuk melindungi masyarakat, maka prosesnya pun harus dimulai dengan cara yang mulia,” pungkasnya.

Humas Polda Sulbar

***

The Latest

To Top