PASANGKAYU, Mediasuaranegeri.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasangkayu mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasangkayu, guna mempertanyakan sekaligus mendesak penyelesaian penyegelan SMPN 5 Dapurang yang hingga kini belum menemui titik terang. Senin, 23 Februari 2026.
Dua perwakilan HMI disambut langsung Kepala Dinas Pendidikan bersama jajaran stafnya yang dihadiri perwakilan Polres Pasangkayu di ruang rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Pasangkayu.
Dalam diskusi itu membahas terkait akar persoalan penyegelan sekolah yang telah berlangsung sejak Agustus 2025 itu hingga kini belum ada solusi.
Ketua HMI Cabang Pasangkayu, Farman, menegaskan pihaknya meminta Dinas Pendidikan tidak berlarut-larut dalam menangani persoalan tersebut. Ia menilai, penyegelan sekolah telah mencoreng wajah pendidikan di daerah.
“Kami sudah berikan penekanan bahwa hari Jumat sekolah itu harus sudah bisa ditempati kembali. Ini sudah mencoreng nama pendidikan di Kabupaten Pasangkayu,” tegas Farman kepada wartawan usai rapat.
Diketahui, penyegelan dilakukan oleh pemilik lahan yang mengklaim masih terdapat sisa pembayaran atas separuh lahan sekolah yang belum diselesaikan. Sengketa tersebut berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar.
Sebanyak 94 siswa SMPN 5 Dapurang terpaksa menumpang belajar di gedung SMK dengan jarak yang dinilai lebih jauh dari sekolah asal. Kondisi itu disebut berdampak pada efektivitas pembelajaran serta kenyamanan siswa.
Farman menekankan, jangan sampai konflik administrasi dan persoalan lahan justru mengorbankan hak pendidikan anak-anak.
“Kami berharap Dinas Pendidikan benar-benar serius dan segera turun ke lokasi untuk berbicara langsung dengan pemilik lahan. Jangan sampai anak-anak terus menjadi korban,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pendidikan disebut telah berkomitmen untuk segera mendatangi lokasi dan membuka ruang dialog dengan pemilik lahan guna mencari solusi terbaik.
Namun HMI memberi tenggat waktu tegas.
“Kalau hari Jumat belum selesai masalah ini, kami akan turun aksi lagi,” tandas Farman.
HMI berharap persoalan penyegelan dapat segera diselesaikan secara bijaksana agar aktivitas belajar mengajar di SMPN 5 Dapurang kembali normal dan para siswa tidak lagi terdampak konflik lahan yang berkepanjangan.(*)
Dirman
***